Kopi Jawa atau yang kini dikenal dengan Kopi tembang manis menjadi perbincangan di berbagai kalangan, khususnya kaum muda dan pecinta kopi.

Kopi tembang manis ini bisa diangkat untuk membangun image bahwa jawa tengah  mempunyai kopi khas dengan cita rasa nya, Rasa kopi tembang manis juga mampu membuat rasanya bersanding dengan kompetitor lainya. 

CITA RASANYA 

Sebenarnya Kopi tembang manis yang hitam dengan cita rasa khas. Kopi Jawa Indonesia tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi asal Sumatera dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi Jawa diproses secara basah (wet process). Meskipun begitu, sebagian kopi Jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah dikombinasikan dengan kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

SEJARAH KOPI TEMBANG MANIS

Sebenarnya Kopi tembang manis yang hitam dengan cita rasa khas ini memiliki sejarah panjang. Kopi tembang manis yang dulu dikenal kopi Jawa moncer pada abad 18. Para penulis di wikipedia menyebut, pada masa itu yakni saat pemerintah Hindia Belanda berkuasa. Mereka memilih daerah jawa tengah untuk bermukim dan mengembangkan kopi arabika dan robusta. Kopi tembang manis, kopi ini selain kental, cita rasanya Arabica dan Robusta yang membuat sensasi saat minum kopi.

Dulu, Jawa dikenal dengan produk khas yakni Kopi jawa (Java coffee) adalah kopi yang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia. Nama dan rasa kopi ini terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.

Kopi yang ditanam di Jawa Tengah pada umumnya adalah kopi Arabika. Salah satu kopi Jawa yang ada di Jawa Tengah berasal dari Tawangmangu. Dimana kopi yang ada type S line atau asli peninggalan Belanda. Kopi Jawa yang dikembangkan diperkirakan ada sejak Tawangmangu dipilih oleh orang-orang Belanda yang memilih jawa tengah sebagai tempat untuk mukim sekaligus mengebangkan usaha perkebunan teh dan kopi. Saat ini populasi kopi Arabica Tawangmangu masih tersisa sekitar 4 hektare dan mulai ada pengembangan oleh Mahadri Coffe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini